Program terapi khusus yang ditujukan untuk mengatasi berbagai permasalahan suami istri yang sering terjadi dalam menjalani bahtera rumah tangga seperti: KDRT, cinta pasangan yang padam, sulit terciptanya komunikasi, keinginan untuk bercerai, dan perselingkuhan.
Terapi ini ditujukan bagi klien yang mengalami permasalahan rumah tangga seperti:
- KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) baik berupa perilaku maupun perkataan kasar yang dilontarkan terhadap pasangannya.
- Ketidakcocokan yang cukup besar dengan keluarga pasangan (mertua dan ipar) sehingga sering terjadi cekcok.
- Pertengkaran yang terlalu sering di dalam rumah tangga yang membuat pasangan selalu menghindar dalam berkomunikasi.
- Suami yang terlalu pelit dalam memberikan nafkah terhadap keluarga.
- Trauma perceraian.
- Cinta pasangan yang padam. Hilangnya cinta dalam kehidupan berumah tangga.
- Perselingkuhan, seperti: patah hati yang dalam akibat ditinggalkan selingkuhannya, kesulitan untuk kembali ke keluarga walapun pasangan sudah memaafkan perselingkuhannya.
- Pasangan yang terlalu cemburuan/posesif sehingga pasangannya menjadi terkungkung dan tertekan.
- Perasaan yang terlalu sensitif terhadap apapun yang ada diluar dia, sehingga sangat mudah tersinggung.
- Sindrom inferiority complex sehingga selalu merasa diri ini paling buruk dibandingkan dengan siapapun dan selalu merasa sering disalahkan
- Keinginan pasangan untuk berpoligami/menikah lagi.
- Ketidakjujuran pasangan.
- Ketidakpuasan terhadap pasangan dalam segala lini kehidupan.
- Permintaan perceraian mendadak dari pasangan yang baru menikah setelah selesai bulan madu.
- Terlalu seringnya pasangan mengungkapkan cerai.
- Dsb.
Penyebab
Semua permasalahan rumah tangga yang telah disebutkan tadi umumnya terjadi karena beberapa sebab-sebab berikut ini:
- Komunikasi yang kurang bagus terhadap pasangan sehingga kesalahpahaman sering terjadi.
- Kurangnya kebesaran hati dan kesabaran dalam menerima kekurangan pasangan.
- Terlalu egois sehingga tanpa sadar membuat pasangan dan keluarganya merasa kurang dihargai.
- Keinginan yang kurang dalam mencintai pasangan dengan lebih baik lagi.
- Kurang bisa memahami apa yang diinginkan oleh pasangan dan tidak mau berusaha lebih untuk memenuhi keinginan pasangan.
- Kurang mau mendengarkan keinginan pasangan.
- Kurangnya rasa teposeliro dan kebersamaan sehingga selalu merasa diri lebih banyak berkorban daripada pasangan sehingga perasaan tidak puas meningkat.
- Kurangnya waktu yang diinvestasikan buat keluarga akibat terlalu sibuk bekerja.
- Kurangnya perhatian terhadap pasangan dan mengabaikan hal-hal kecil ataupun moment penting pasangan.
- Waktu yang terlalu singkat dalam mengenal pasangan sebelum menikah.
- Tinggal bersama mertua/keluarga setelah menikah sehingga kesungkanan pasangan kita meningkat.
- Terlalu pelit dalam mengeluarkan uang untuk pasangan.
- Terlalu kaku dan banyak aturan bagi pasangannya sehingga pasangan merasa tertekan, capek, penuh kebencian, amarah dan bosan.
- Pasangan yang kurang mau belajar dan malas dalam memuaskan pasangannya sehingga kehidupan rumah tangga terasa hambar, hampa, dan membosankan.
- Terlalu banyak kritikan terhadap pasangan sehingga pasangan merasa kurang dihargai.
- Kurangnya kasih sayang terhadap keluarga pasangan (mertua/ipar).
- Sifat yang terlalu percaya dan membiarkan pasangan sehingga pasangan menjadi terlalu bebas
Kelebihan:
Kami menawarkan beberapa kelebihan didalam terapi ini dibandingkan di tempat lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
- Menggunakan kombinasi teknik psikologi/kejiwaan yang digabung dengan teknik perubahan bawah sadar seperti Hypnoterapy, NLP, EFT, Sedona dan Forgiveness.
- Bekerja langsung ke pusat bawah sadar untuk membongkar akar permasalahan sedetail mungkin dan menghancurkannya sehingga hasil yang didapatkan efektif dan optimal.
- Memberikan penyadaran langsung ke pusat bawah sadar sehingga membantu seluruh proses penghilangan masalah ini menjadi jauh lebih cepat dan relatif permanen.
- Tanpa efek samping jangka pendek dan jangka panjang.
- Bisa dilakukan dengan mata terbuka sekalipun sehingga rasa takut dan pikiran negatif hilang.
- Bisa dilakukan bahkan pada pasangan yang tidak mau hadir dalam pertemuan terapi.
- Bisa membuat suasana rumah tangga menjadi romantis, nyaman, damai dan tentram.
- Bisa mengubah sifat jelek yang sudah tertanam sejak lama di pasangan sehingga pasangannya bisa nyaman dengan kehadirannya.
Jumlah terapi yang dibutuhkan sangat tergantung dari:
- Kompleksitas dari masalah yang ditangani dan akar masalah penyebabnya.
- Lamanya masalah ada didalam rumah tangga.
- Tingkat kepatuhan, kepedulian dan kerjasama antara klien dan keluarganya terhadap saran yang diberikan oleh terapis.
- Tingkat kepercayaan dan kepasrahan kepada Tuhan YME dan terapis.
- Keikhlasan keluarganya dalam menginvestasikan uangnya dalam program terapi ini.
- Tingkat daya tangkap dan kepahaman klien terhadap sugesti dan instruksi yang diberikan.
- Keikhlasan dalam memaafkan kesalahan pasangan dan keluarganya.
- Keikhlasan dalam menerima kehidupan berumah tangga demi anak-anak dan orang yang dia cintai.
- Tingkat urgensi perubahan itu sendiri.

