Program terapi yang meliputi permasalahan seperti: patah hati, keinginan bunuh diri pada saat diputus oleh pacar, perasaan cemburu berlebihan, cinta yang terlalu berlebihan terhadap
pasangan sehingga melakukan hal-hal yang kurang logis dalam mempertahankan cinta, dll.
Terapi ini ditujukan bagi klien yang mengalami permasalahan seputar cinta seperti:
Trauma Putus Cinta:
- Sulit untuk melupakan kekasih yang sudah meninggalkannya. Selalu terganggu pikiran dan perasaannya karena selalu bersedih pada saat teringat semua kejadian di masa lalu.
- Sulit untuk menerima lawan jenis untuk mendekat kepada dirinya setelah dikhianati oleh kekasih. Seperti: selalu bersikap dingin terhadap lawan jenis
- Selalu ingin membalas dendam terhadap lawan jenis dengan cara mempermainkan cinta mereka.
- Tidak mau menikah karena tidak mau merasakan cinta yang menyakitkan.
- Selalu meneror kekasih baru dari pasangannya dulu karena tidak terima keputusan untuk berpisah.
- Selalu ingin bunuh diri jika diputus oleh kekasihnya.
- Selalu membenci orang tuanya karena dianggap penyebab berpisahnya dia dengan kekasihnya.
- Sulit untuk jatuh cinta karena merasa tidak ada seorangpun yang cocok dengan dirinya.
- Selalu terlibat dengan short-term relationship yang selalu melibatkan ML (Making Love) sehingga berujung pada keputusasaan dan kehampaan serta sulit menemukan jodoh terbaik.
- Gampang bosan dengan pasangannya.
Penyebab
- Kurang ikhlas dalam menerima ujian kehidupan sehingga tidak bisa menerima keadaan yang sesungguhnya.
- Kurang bisa melihat kekurangan diri sehingga yang selalu salah dimatanya hanya orang lain.
- Terlalu egois sehingga selalu ingin dipenuhi apapun keinginannya, begitu tidak diikuti keinginannya maka akan marah dan ngambek.
- Kurangnya edukasi dari keluarga terhadap value pacaran, sahabat dan teman.
- Kurangnya role model yang baik didalam keluarga terhadap kasus percintaan ini bahkan untuk kasus ektrem orang tuanya sendiri mencontohkan cara yang kurang bagus dalam berperilaku.
- Kurangnya kasih sayang yang tulus sejak dia kecil sampai detik ini didalam keluarga sehingga melampiaskannya kehausan kasih sayangnya pada pasangan sehingga terlalu demanding dan posesif terhadap pasangannya.
- Tipe kepribadiannya yang sangat sensitif dan pendendam sehingga selalu ingin membalas sakit hati dirinya berkali-kali lipat terhadap orang yang menyakitinya sehingga menyesal.
- Kurangnya kebahagiaan dalam kehidupan ini dan kurang bersyukur terhadap apa yang diberikan oleh Tuhan.
Kelebihan:
Kami menawarkan beberapa kelebihan didalam terapi ini dibandingkan di tempat lain. Diantaranya adalah sebagai berikut:
- Menggunakan kombinasi teknik psikologi/kejiwaan yang digabung dengan teknik perubahan bawah sadar seperti Hypnoterapy, NLP, EFT, Sedona dan Forgiveness.
- Bekerja langsung ke pusat bawah sadar untuk membongkar akar permasalahan sedetail mungkin dan menghancurkannya sehingga hasil yang didapatkan efektif dan optimal.
- Memberikan penyadaran langsung ke pusat bawah sadar sehingga membantu seluruh proses penghilangan masalah ini menjadi jauh lebih cepat dan permanen.
- Tanpa efek samping jangka pendek dan jangka panjang.
- Tidak melanggar value agama manapun.
- Bisa dilakukan dengan mata terbuka sekalipun sehingga rasa takut dan pikiran negatif hilang.
- Bisa membongkar dan mengubah perilaku dan sifat jelek sehingga lebih ikhlas dan menerima keadaan.
- Diajarkan secara teknis bagaimana langkah-langkah detail dalam melakukan self hypnosis di rumah untuk mempercepat proses kesembuhannya.
Jumlah terapi yang dibutuhkan sangat tergantung dari:
- Kompleksitas dari masalah yang ditangani dan akar masalah penyebabnya.
- Lamanya masalah ada didalam diri klien.
- Tingkat kepatuhan, kepedulian dan kerjasama antara klien terhadap saran yang diberikan oleh terapis.
- Tingkat kepercayaan dan kepasrahan kepada Tuhan YME dan terapis.
- Keikhlasan dalam menginvestasikan uangnya dalam program terapi ini.
- Tingkat daya tangkap dan kepahaman klien terhadap sugesti dan instruksi yang diberikan.
- Keikhlasan dalam menerima pasangannya dan menikmati apa yang diberikan oleh pasanganya.
- Tingkat urgensi perubahan itu sendiri, tergantung seberapa kuat keinginan yang dimiliki dalam mendorong perubahan didalam diri.
- Kesabaran dan usaha yang tekun dalam menjalani seluruh proses terapi.

